Langkah Awal dalam Sebuah Perjalanan

Setiap sesuatu pasti membutuhkan sebuah awal-mula. Bagaimana awal adalah sebuah langkah pertama dan mula adalah suatu hal yang mendasari terjadinya sesuatu. Setiap orang memaknai awal-mula dalam perjalanan (hidup) mereka berbeda-beda. Sebuah pertanyaan sempat aku lontarkan melalui Twitter dan Facebook untuk melihat bagaimana teman-teman (follower sih lebih tepatnya) memaknai setiap awal-mula dalam perjalanan mereka. Ya beberapa ada yang menjawab dengan serius, meskipun sebenernya serius udah bubar sih, dan ada yang menganggapnya main-main, mungkin karena dia suka main. Mainin perasaan orang lain. Yaelaaah. Dan berikut adalah beberapa twit yang terpilih

ndany leli

Nah, ternyata dari banyak orang yang mention menjawab pertanyaanku itu ada 3 orang yang beruntung twitnya aku tampilkan di sini. Sebenernya sih ya cuma 3 orang ini sih yang bales, *hiks* *sedih*. Untungnya sih yang bales cewek semua, dan cantik-cantik pula. Hahaha.

Dari ketiga twit contoh itu dapat ditarik sebuah kesimpulan kalau awal-mula dalam sebuah perjalanan (hidup) itu menjadi hal yang penting. Awal-mula merupakan sebuah langkah awal yang nantinya akan menentukan bagaimana hasil akhir dari perjalanan (hidup). Seperti halnya dalam sebuah pertandingan sepak bola, di final UEFA Champions League kemarin, Atletico Madrid bermain dengan sangat bagus sejak peluit pertama dibunyikan. Mereka mampu mendikte permainan Real Madrid dan bahkan unggul hingga menit ke 90. Meski akhirnya harus menerima kenyataan bahwa mereka gagal menjadi juara setelah Real Madrid menunjukkan mental bertanding yang sangat luar biasa, pantang menyerah sampai akhir dan akhirnya mampu menyamakan kedudukan di masa tambahan waktu babak kedua atau lebih tepatnya menit ke 90+3 yang membuat mental bertanding pemain Atletico Madrid hancur seketika. Ya, meski kalah tapi dari menit pertama sampai menit ke 90 sudah bisa ditebak bahwa nantinya Atletico Madrid menjadi juara meski ternyata dewi fortuna belum memihak mereka.

Dari cerita tentang di final UEFA Champions League itu pula sebenarnya bisa ditarik sebuah kesimpulan bahwa sebuah awal-mula, niat, harapan, doa, mimpi itu tak akan bisa menjadi kenyataan tanpa sebuah langkah yang dilakukan berikutnya. Seperti pada postingan pertamaku bahwa :

Niat itu penting tapi harus dibarengi dengan langkah pertama dan langkah-langkah selanjutnya

Maksudnya, menurut pendapatku sebagai sebuah awal, niat dan mimpi itu menjadi sangat-sangat penting, namun alangkah indahnya mimpi itu jika kita tak hanya bisa bermimpi namun bisa mewujudkannya. Bukankah itu yang seharusnya kita lakukan? Yaitu mewujudkan mimpi?

Awal mula itu bagiku hanyalah sebuah langkah pertama, langkah pertama namun harus melalui sebuah pemikiran yang sangat mendalam karena langkah awal akan menentukan arah dan tujuan kita nantinya. Namun terkadang kesalahan-kesalahan yang terjadi di awal dapat kita perbaiki dan susun ulang selama dalam perjalanan untuk menyesuaikan dengan kenyataan. Itulah mengapa bagiku sebuah langkah awal tak akan bisa membawa kita ke tujuan kita tanpa langkah-langkah berikutnya yang konsisten dan stabil, namun langkah berikutnya itu juga tak akan bisa kita ambil tanpa sebuah langkah pertama walau kecil.

Dari situ, aku berangkat. Sejak kecil aku memang berkeinginan untuk terus dan terus traveling. Ibuku selalu mengajakku saat sekolah tempat beliau mengajar mengadakan rekreasi meskipun tujuan rekreasinya standar sekali, Bali atau Jogja. Namun sejak saat itu aku merasa aku senang sekali untuk bisa terus berjalan-jalan, menikmati indahnya pulau Bali. Hebatnya lagi, aku tak pernah bosan meski hampir setiap tahun aku mengunjungi Bali. Mungkin jika saat itu aku sudah bisa berpikir, aku tahu bahwa dalam satu tahun pasti ada perubahan yang terjadi dan aku ingin tahu perubahan apa yang terjadi di Pulau Bali. Hanya saja waktu itu aku masih SD dan aku belum bisa berpikir dan hanya menikmati yang namanya jalan-jalan. Ya, tanpa beban. Jalan-jalan hanya untuk jalan-jalan tanpa ada tujuan lain yang tersembunyi. Sepolos itu, tidak seperti para politikus di negeri ini yang berbaik hati dan mengharapkan ada sebuah imbalan dari rakyat.

Nah, ternyata selain aku senang untuk jalan-jalan, aku juga paling senang bercerita. Korbanku saat itu adalah teman masa kecil hingga sekarang. Namanya Ari. Entah sudah berapa kali aku bercerita tentang Bali kepada anak itu. Hingga aku sendiri berharap suatu saat nanti bisa ikut rekreasi ke Bali bersamanya meski harapan itu sampai sekarang belum pernah terwujud.

Kebiasaan bercerita masih melekat hingga aku sekarang. Setiap kejadian yang kualami, sebisa mungkin aku bercerita. Jika tidak kepada kawan, aku menuliskannya ke dalam laptop dan menyimpannya. Semacam diary modern. Namun tak semuanya aku publikasikan karena banyak cerita yang hanya ingin aku sendiri yang tahu. Privasi. Hehehe.

Hingga akhirnya aku membaca blog mas Arif Rahman dan bang Takdos, aku menjadi memiliki keinginan untuk membagi cerita tentang perjalananku dalam sebuah blog. Ya, akhirnya aku membuat sebuah blog yang berisikan tentang perjalananku. Meskipun harus karena kuis yang diadakan mbak Susan bekerja sama dengan RW Sentosa Singapura yang memaksa aku membuat blog. Ya, aku membutuhkan dorongan untuk melakukan sesuatu.

Dalam dunia traveling, awal mula dalam sebuah perjalanan itu sangat penting. Sejauh apapun kita berjalan pasti dimulai dengan langkah pertama. Langkah pertama meninggalkan rumah atau kost. Sejauh apapun kita merencanakan untuk melakukan perjalanan kemanapun, tetap dimulai dari sebuah langkah pertama. Seperti yang sudah aku jelaskan bahwa aku sendiri membutuhkan dorongan untuk melakukan sesuatu termasuk traveling, aku sering melakukan hal-hal yang membuatku harus pergi dan traveling. Paling gampang adalah aku pernah sengaja memesan tiket kereta sebulan sebelumnya dengan uang bulananku saat itu tanpa tahu harus bagaimana selama sebulan ke depan. Tapi jika hal tersebut tak kulakukan, mungkin aku tak jua berangkat. Sebagai informasi, waktu itu aku berencana untuk berjalan-jalan ke kota Cirebon selama sehari bersama beberapa teman. Untuk cerita ini aku masih belum selesai menuliskannya ke dalam blog (sempetin buat promosi).

Tak kapok dengan “tersiksa” selama hampir satu bulan, aku mengulanginya lagi. Bahkan kali ini lebih membutuhkan dana dan tenaga yang lebih besar. Aku akan menuju ke Gunung Padang dan Curug Cikondang di kabupaten Cianjur yang waktu itu aku berangkat hanya membawa uang 100 ribu untuk perjalanan 2 hari 1 malam tanpa logistik yang cukup. Bagiku, hal itu tak akan membuatku mundur dalam perjalanan ini karena memang keinginan untuk berjalan-jalan ini sudah mengalir sangat deras sederas cintaku padamu dalam darah ini. Lalu bagaimana aku akan bertahan di sana? silakan baca postinganku part 1 dan part 2 ini. Meskipun aku harus sedikit bersusah payah selama hampir tiga minggu, tapi apa yang kudapatkan setelah perjalanan ke Gunung Padang dan Curug Cikondang bahkan jauh lebih berharga.

Jadi, mulailah rancang rencana jalan-jalannya, tinggalkan tempat kita saat ini, mulailah mengambil langkah dan jangan pernah berhenti, nikmatilah perjalanannya, dan ceritakan kepada teman-teman.

Artikel ini diikutkan dalam Blog Competition Nubie Traveler
informasi lebih lanjut klik pada gambar

banner-lomba

Iklan

2 thoughts on “Langkah Awal dalam Sebuah Perjalanan

  1. Ooh jadi gitu awalnya blog ini lahir, hehe
    Yap kadang kenekatan diperlukan utk memulai sebuah perjalanan,.
    Terus “galau” dan “nekat” ya bro! Wish someday we’ll travel together 😀

    Suka

Kalau menurut kamu gimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s