Keceriaan Anak-Anak di JISP 2014

Ular Naga panjangnya, bukan kepalang.
Menjalar-jalar selalu kian kemari
Umpan yang lezat, itulah yang dicari
Ini dianya, yang terbelakang

Hari Sabtu tanggal 27 September 2014 aku jalan-jalan ke Malioboro. Mengikuti informasi dari @infosenijogja kalau hari itu bakal ada JISP (Jogja International Street Performance) 2014 mulai dari Tugu Yogyakarta sampai Jalan Malioboro.

Aku mengira kalau ini adalah JISP pertama, ternyata sudah sejak 2010 lalu. Lah, aku kemana aja dong baru tau. Ya udah sih biarin, haha. Awalnya sih aku mengira JISP ini semacam pawai gitu, aku memutuskan untuk menunggu di Jalan Malioboro dekat dengan Stasiun Tugu. Di sana juga ada salah satu kelompok yang sepertinya peserta JISP juga. Tapi aku heran, bukankah seharusnya pawai dimulai dari Tugu Jogja? Usut punya usut, setelah aku bertanya pada salah satu orang di sana, acara sudah dimulai. Lah terus? Kok nggak ada yang jalan? Ternyata JISP on Public itu pesertanya membuat semacam stand begitu di titik-titik tertentu. Jadi bagi yang ingin menikmati silakan mencari sendiri yang disuka. Dan asyiknya lagi, pesertanya tak hanya dari Indonesia tapi juga dari negara-negara lain.

Aku berjalan dari Jalan Malioboro menuju ke arah Tugu Jogja, mencoba melihat peserta dari yang berada di Tugu. Melewati Stasiun Tugu, aku melihat ada kerumunan orang di depan Bank BCA, aku menghampiri. Ada Seni Badui Satria Tama. Menampilkan sebuah tarian yang aku juga nggak mengerti. Hahaha.

Aku melanjutkan perjalananku, kali ini di seberang jalan aku melihat ada kerumunan orang lagi. Kali ini didominasi anak-anak. Aku tertarik, dan rupanya mereka sedang melakukan permainan-permainan anak zaman dulu! Ada Ular Naga Panjang, ada Cublak-cublak Suweng.

Waini! Ini yang aku cari nih! Di saat anak sekarang (baca : anak-anak kekinian) diasyikan dengan yang namanya gadget entah itu tablet, pil, kapsul, dan sejenisnya, masih ada pula yang bermain permainan tradisional macem gini. Meskipun ini cuma atraksi sebenarnya, tapi ini cukup membuat aku betah di sana. Rencana awalku akan berjalan menyusuri jalan dan berhenti di setiap titik, aku ubah dan akhirnya aku memutuskan untuk duduk di sana, menikmati permainan tradisional yang dimainkan oleh adik-adik dari Sanggar Seni Among Siwi (kalo nggak salah, kalo salah ya maap. karena emang aku selalu salah).

Mereka membawaku kembali ke dalam dunia masa kecilku. Aku mengingat kembali masa-masa kecilku dulu. Masa-masa ketika anak-anak berkumpul dan bermain di malam hari (terutama malam minggu, karena besoknya libur). Bermain petak umpet, bermain gobak sodor, dan lain-lain. Berbeda sekali dengan anak sekarang, jangankan petak umpet, mungkin mereka tak tahu lirik lagu yang aku tulis sebagai awal tulisan ini. Mereka lebih asyik bermain dengan gadget mereka.

Sungguh menyenangkan sekali melihat bagaimana wajah-wajah mereka tersenyum secara natural dan polos, tersenyum menikmati permainan-permainan dan berinteraksi dengan teman-teman sebayanya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Terima kasih Sanggar Among Siwi, kalian sudah membawakan kembali kenangan-kenangan manis masa kecilku yang sangat bahagia.

Iklan

3 thoughts on “Keceriaan Anak-Anak di JISP 2014

Kalau menurut kamu gimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s