Jalan-Jalan di Kampung Halaman : Maharani Zoo Lamongan

Kata siapa jalan-jalan harus jauh? Kata siapa jalan-jalan harus ke Pantai atau Gunung?

Jalan-jalan nggak harus jauh, dan nggak harus ke Pantai atau Gunung. Jalan-jalan ke kebun binatang juga mengasyikkan. Sayangnya banyak orang-orang yang ketika diajak ke kebun binatang mereka justru mencibir dan berkata, “Mau ngapain ke kebun binatang? ketemu saudara?”. Sangat disayangkan.

Kali ini aku akan bercerita tentang perjalananku ke Maharani Zoo & Goa Lamongan, salah satu pesona wisata yang ada di Kabupaten Lamongan, tanah kelahiranku. πŸ˜€

Welcome to Maharani Zoo & Goa

Welcome to Maharani Zoo & Goa

Sabtu, 11 Oktober 2014. Hari ini adalah hari yang bersejarah buatku dan juga buat teman, sahabat, dan juga musuhku, Mitha Asyita Rahmawaty atau biasa dipanggil Mitha. Nanti malam dia akan melangsungkan pernikahan. Selamat Menikah Mitha ^^.

Pembukaannya spesial buat Mitha nih πŸ˜€

Sekarang lanjut ke acara jalan-jalannya.

Di pagi harinya, aku yang saat itu kebetulan pulang ke rumah dan nggak lagi di Jogja menghubungi dua orang temanku : Ari dan Fuad, dan mengajak mereka berenang, tujuannya menjaga agar kami tak masuk dalam kategori “Pria-Pria Perut Tambun” nantinya. Slow Response! Ah sial! Ya udah lah ya, aku nonton tv aja.

Tapi nggak lama ada pesan masuk di ponsel, dari Fuad. Akhirnya ada yang respon.

“Ayo jalan-jalan ae, nang pantai.” Begitu isi sms dari Fuad. Wah, ini nih. Menarik nih, karena emang kebetulan salah satu misiku pulang ya buat jalan-jalan. Setelah melakukan lobi-lobi melalui sms, akhirnya diputuskan untuk berangkat ke pantai meskipun kondisi siang itu amat sangat terik, panas, dan sejenisnya.

Jam 11 siang, kami berangkat naik mobil si Fuad. Pesertanya? Aku, Fuad, dan Adiknya, Shofi. Kami bertiga menyusuri jalan nasional Surabaya – Jakarta dengan cuaca saat itu amat sangat terik. Puanaaaaaasssss. Namanya juga Lamongan. Nggak tau deh, apa karena Lamongan ini lebih dekat sama matahari kali yak? Padahal di Lamongan nggak ada Matahari, cuma ada KFC sama Ramayana.

Setengah perjalanan kami lalui, akhirnya kami sudah sampai di pertigaan Sumlaran. Kami berbelok ke arah utara melewati jalan kabupaten yang cukup kecil. Melewati jalur ini aku merasa aneh, ini adalah jalur utama (meski bukan satu-satunya) dari Lamongan kota menuju WBL dan Mazoola tapi jalannya jauh dari kata baik, masih banyak lubang di sana-sini, sempit lagi. Hanya cukup untuk dua lajur berlawanan arah, agak mengerikan jika berpapasan sama bus Pariwisata. Akhirnya, bus Pariwisata lebih memilih lewat Manyar (Gresik) atau Tuban. Semoga saja Pemerintah Kabupaten Lamongan ada yang membaca tulisan ini dan bisa dijadikan pertimbangan untuk perkembangan wisata Lamongan πŸ™‚

“Eh, daripada ke pantai panas-panas gini mending ke Mazoola ajaa. Ke kebun binatang. Aku belum pernah nih.” Aku mencoba mengalihkan tujuan kami mengingat cuaca sangat panas.

“Mazoola itu mana?” Fuad tanya. Ahelah ini bocah, warga Lamongan tapi nggak tau Mazoola, katrok lu. Eh tapi aku sendiri juga belum pernah ke WBL atau Mazoola ding. Karena beberapa waktu yang lalu aku emang sempat hampir mengunjungi Mazoola tapi ya karena ke-geje-an teman-temanku akhirnya batal.

“Mazoola itu depan WBL persis.” Aku menjawab.

“Tapi aku pengen ke pantai mas. Eh tapi siang-siang gini, panas banget ya di pantai. Ya udah deh, ke Mazoola aja. Paling enggak di Mazoola masih ada pohon-pohon.” Shofi menimpali. Awalnya memang ide ke pantai adalah idenya, tapi akhirnya dia luluh dan memilih ikut rencanaku ke Mazoola saja. Yakali broo ke pantai jam 12. Panas bingits.

Jam 12.30, kami akhirnya sampai di parkiran depan Mazoola. Cuaca masih tidak berubah, masih tetap panas lebih panas dari Julia Perez atau Dewi Persik. Kami langsung menuju ke dalam, lebih tepatnya ke loket.

Harga Tiket Masuk

Harga Tiket Masuk

Tiket sudah di tangan, sekarang waktunya sholat. Kebetulan mushollanya ada di bagian luar pintu masuk, jadi bisalah kalo cuma pengen numpang sholat di sana. Kena air wudhu, rasanya nyessss. Adem.

Habis sholat kami langsung masuk ke dalam. Di sini mbak dan mas petugasnya memasang tiket yang ternyata berupa gelang. Wah parah, aku emang katrok nih. Baru kali ini menerima tiket berupa gelang. πŸ˜€

Akhirnya aku bisa jalan-jalan ke kebun binatang juga setelah terakhir ke kebun binatang itu waktu TK, di kebun binatang Surabaya yang dulu masih berjaya. Sebenernya di Jogja juga ada Gembira Loka Zoo, tapi belum pernah masuk. Mengenaskan 😦

Di dalam masih terasa panas, memang ada pohon-pohon gitu yang melindungi dari sinar matahari tapi untuk hawa panasnya masih tetep terasa. Mesk begitu aku tetap aja melanjutkan jalan-jalanku di dalam Mazoola.

Dalam keadaan super panas itu beberapa hewan lebih memilih untuk tidur siang. Iya emang enak kali yak. Bobok siang pas panas-panas. Lha aku malah ngeliatin hewan-hewan itu bobok, ya meski nggak semua sih. Mungkin karena panas ini juga yang menyebabkan tempat ini agak sepi menurutku. Contohnya, harimau putih yang tidur di dalam kandang.

Monyet 1 : Bro, bro, itu ada yang njepret kita bro | Monyet 2 : iya bro, gangguin kita aja ya

Monyet 1 : Bro, bro, itu ada yang njepret kita bro | Monyet 2 : iya bro, gangguin kita aja ya

Monyet (?)

Monyet (?)

Harimau Putihnya bobo :(

Harimau Putihnya bobo 😦

“Mbak, ini kok Mazoolanya sepi ya? Ramenya kapan biasanya?” aku bertanya kepada salah satu petugas.

“Biasanya sih pas weekend mas.” sahut mbak-mbak petugasnya.

“Lhah tapi kan sekarang Sabtu mbak. Apa kalo pagi ya ramenya?” aku balik bertanya.

“Iya mas, mending pagi sekalian atau agak sore kalau ke sini. Pasti rame. Kalau siang emang sepi.” Jawab mbak-mbaknya tadi. Aku pun berangsur pergi meninggalkan mbak-mbak tadi yang kemudian asyik bercengkrama dengan teman-teman seprofesinya.

Hewan-hewan yang lagi nggak bobok siang bertingkah lucu. Burung-burung berkicau, monyet melompat ke sana ke mari, dan ada juga Rusa yang lagi bermesraan seakan mengejekku yang memang gak punya pasangan, atau Kanguru yang lagi gendong anaknya, mungkin lagi nina-bobo-in. Uniknya Mazoola itu, kadang ada kandang-kandang yang kita nggak sadar itu kandang. Misal nih, kandang hewan A di bagian dalam terus kandang hewan B di bagian luar dan aku nggak sadar kalo ternyata itu kandang hewan B, kirain hanya pembatas aja. πŸ˜€

Kanguru

Kanguru

Kuda Nil-nya Berendam

Kuda Nil-nya Berendam

Burungnya bagus

Burungnya bagus

Berlanjut lagi, aku masuk ke dalam Galeri Satwa. Kalo di dalam sini sih nggak bakal ketemu sama hewan beneran. Yang ada cuma replika dan semacam museum gitu. Pas mau masuk, eh ternyata mbak-mbak yang bagian jaga sedang istirahat siang. Maaf ya mbak, mengganggu istirahat siangnya. Dilanjut saja, aku nggak bakal ngerusak kok πŸ˜€ .

Replika African Wild Dog

Replika African Wild Dog

Bagian dalam Galeri

Bagian dalam Galeri

Puas berada di dalam galeri, aku keluar, ketemu sama antelop yang lagi ngintip dari dalam kandang. Nggak jauh dari kandang antelop ada juga bagian yang dibuat menyerupai zaman suku Inca gitu-gitu deh. Ada tulisan Gajah dan Badak juga di dalam. Wah ini nih, salah satu hewan yang wajib ada di kebun binatang, karena kalau nggak ada gajah rasanya bukan kebun binatang. Pas masuk ke zona ini gilak, keren banget dibikin tema seperti ini. Keren. Sayangnya sih pas aku ke sana, muter-muter nggak menemukan kandang Gajah atau Badak sampai akhirnya aku nanya ke petugas dan ternyata memang Gajah dan Badaknya belum datang. Oalaaah, ya nggak apa-apa pak, toh tempat wisata ini juga masih baru. Wajar kalau belum lengkap. Meski nggak menemukan Gajah atau Badak, tapi di sini juga ada hewan- hewan lain seperti Llama, terus kembarannya Llama yang lebih kecil lehernya (lupa namanya), sampai jenis bebek-bebek yang biasa ada di danau-danau kalau di film-film luar negeri gitu.

Gerbang Zona Lost Temple

Gerbang Zona Lost Temple

Ngantuk banget bro?

Ngantuk banget bro?

Iguana

Iguana

Mumpung mbaknya nggak liat

Mumpung mbaknya nggak liat

Saudara kembar tapi beda-nya Llama

Saudara kembar tapi beda-nya Llama

Puas di zona suku Inca yang ternyata masih dalam tahap finishing, aku melanjutkan perjalanan kali ini mengikuti papan petunjuk bertuliskan Beruang, hewan paling kaya selain Belibis. Kemudian aku menemukan satu lagi zona yang wajib ada di kebun binatang, Lion and Tiger atau Singa dan Harimau. Zona ini ini cukup unik karena pengunjung harus menaiki tangga, jadi kita melihat Singa dan Harimau ini dari atas, supaya aman. Tapi meski begitu buat pengunjung yang bawa anak kecil tetap harus dijaga anaknya, takutnya entar tiba-tiba loncat ke kandang.

Dari atas, kita bisa melihat aktivitas harimau. Ada Harimau Benggala, Harimau Sumatera, Singa Putih, dan Singa (biasa). Sama seperti kebanyakan hewan di sini, mereka juga lebih banyak tidur-tiduran saja, ada yang di bawah pohon, ada yang nyandar di bahu di dinding, ada juga yang sembunyi pada sebuah bangunan yang mungkin sengaja di bangun agar tampak seperti di India. Ada juga yang baru keluar dari kolam, habis mandi. Seger banget kayaknya. Jadi pengen. Anehnya, mereka ini sejenis kucing kan? tapi ketika hewan-hewan ini aku panggil “pus” kok nggak ada yang noleh ya? Hmmm.

Dari zona Singa dan Harimau aku masuk ke dalam gua. Gua inilah yang sejak awal ada di sini, bukan kebun binatangnya. Bisa dibilang kebun binatang ini sebagai pelengkap dan penunjang wisata gua yang ada di sini. Gua ini bernama Gua Maharani. Sudah terkenal sejak dari dulu, sejak kecil pun aku sudah pernah mendengar tempat wisata ini tapi baru sebesar ini aku bisa berkunjung ke sana, padahal kakak dan adikku sudah pernah ke sini.

Goa Maharani

Goa Maharani

Gua Maharani di dalamnya banyak stalaktit dan stalakmit yang bentuknya unik, di dalamnya juga sudah disulap ada lampu-lampunya gitu, bagus banget buat foto sebenernya. Tapi pas nyoba udah menemukan titik foto, pasang kamera, set timer, eh ternyata ada pengunjung lain yang mau masuk. Tengsin dah. Gagal. 😦

Setelah masuk ke Gua Maharani, ada juga galeri batu-batu antik gitu, di dalamnya nggak cuma ada batu-batu macam akik emerald sampai fosil juga ada. Sangar.

“Woi, di mana?” Fuad menelponku.

“Wah, aku masih di Maharani” Jawabku sambil berjalan.

“Oh ya udah, aku tunggu di luar ya.” Jawab Fuad, kemudian dia mematikan telponnya.

Wah. Padahal masih banyak hewan yang belum dikunjungi, bodo amat lah. Lanjut kelilingnya, salah sendiri ngajak jalan-jalan aku. *ketawa jahat*

Dari Gua Maharani dan Galeri Gem Stone, aku masuk ke kandang burung. Banyak burung cantik di sini. Langsung deh tanya ke petugas apa boleh masuk ke kandang terus ngasih makan gitu. Dan ternyata boleh. Mantab. Pas masuk kandang sekalian diberi jagung sama petugas-petugasnya, kata petugasnya pula tinggal buka tangan nanti burung-burung pada datang ke kita. Oke, mari kita coba.

Setelah diberi jagung, aku masuk ke kandang. Dan setelah membuka telapak tanganku, *bhurrrr* burung-burung langsung menghampiri tanganku. Agak kaget dan bingung awalnya, kagok juga. Haha. Tapi seru. Sangat direkomendasikan nih. Wajib!

Setelah pakan burung dalam genggaman tangan sudah habis, aku lanjutkan berjalan dalam kandang tersebut tapi nggak lama kemudian langsung keluar. Waktu juga semakin sore, aku harus menjemput adikku pula, ditambah kalau lama-lama di dalam takut kena “bom”.

Burungnya Makan

Burungnya Makan

Mejeng dulu :D

Asik loh πŸ˜€

Sesampainya di luar kandang para burung yang lucu (lucu bukan lucuk), aku berjalan menuju pintu keluar tapi tetap dengan melalui beberapa kandang lain seperti sekawanan kera, jerapah, dan juga orang utan. Proses menuju keluar ini juga ternyata nggak mudah, aku sempat hampir saja nyasar. Gila, padahal cuma segini aja udah nyasar. Gimana kalau di hati kamu yang berliku seperti labirin itu? Hmmm.

Di luar, Fuad dan Shofi sudah menunggu. Kami bertiga pun meninggalkan lokasi. Sempat melihat ke bagian depan, ya itu adalah target berikutnya. Wisata Bahari Lamongan (WBL)

Iklan

22 thoughts on “Jalan-Jalan di Kampung Halaman : Maharani Zoo Lamongan

  1. Aku k gua maharani pas kelas 3 sd keanya, dan blm ada kebun binatang. Fyi, monyet di foto pertama itu sepertinya bekantan, endemik kalimatan, habitatnya biasanya di hutan mangrove
    Burung bagus itu sepertinya nuri hijau atau bayan
    Waaah jd pengen k kebun binatang lg

    Suka

Kalau menurut kamu gimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s