[info] Perbedaan Kereta di Indonesia -updated

Seorang teman bertanya padaku, dia heran ketika melihat susunan kursi di kereta Bogowonto yang masuk kelas Ekonomi AC tapi memiliki susunan kursi AB-CD berbeda dengan kereta Ekonomi lain seperti Progo yang memiliki susunan kursi ABC-DE. Sebenarnya apa sih perbedaan mereka? Dan bagaimana bedanya dengan kereta-kereta yang lain?

Kebetulan aku memiliki banyak teman yang berkecimpung di dunia perkereta-apian. Mereka menyebut diri mereka RF atau Railfans alias Pecinta Kereta Api.

Aku sendiri ikut bergabung dalam komunitas Kaskusepur, sebuah komunitas traveler yang menggunakan kereta api sebagai moda transportasi berbasis pada forum kaskus.

Dari komunitas Kaskusepur tersebut aku mengenal beberapa jenis kereta. Kereta di sini bagi kebanyakan orang disebut dengan gerbong. Bagiku sendiri, bodo amatlah mau disebut gerbong atau kereta sama saja.

Di Indonesia sendiri ada 3+ jenis kelas kereta. Kelas Eksekutif (K1), Kelas Bisnis (K2), dan Kelas Ekonomi (K3), mengapa ada tambahan tanda “+”? Karena sejak beberapa tahun terakhir, PT KAI meluncurkan satu kelas baru, kelas Ekonomi yang menggunakan AC tapi berbeda dengan kelas Ekonomi.

Kereta Eksekutif atau biasa kami sebut dengan K1 di Indonesia memiliki jumlah kursi 48 (AB-CD) pada setiap kereta (atau gerbong) dengan susunan keseluruhannya menghadap searah perjalanan kereta. Contohnya : KA Argo Bromo Anggrek, KA Bima, Argo Wilis, KA Gajayana.

Interior KA Eksekutif. Klik gambar untuk menuju sumber.

Kereta Bisnis atau biasa kami sebut dengan K2 di Indonesia memiliki jumlah kursi 64, dengan susunan 2-2 (AB-CD) bedanya kereta bisnis ini kursinya nyambung meskipun keseluruhan posisi kursi juga searah dengan arah perjalanan kereta. Oh iya, untuk sekarang ini kereta bisnis ini seluruhnya sudah dilengkapi dengan AC meskipun menggunakan AC ruangan atau AC Split dan colokan listrik. Contohnya : KA Fajar Utama, KA Senja Utama

Interior KA Bisnis. Klik gambar untuk menuju sumber.

Kereta Ekonomi atau biasa kami sebut dengan K3 di Indonesia memiliki jumlah kursi 106, banyak ya. Tenang aja, masih banyak manusia-manusia yang gengsi untuk bilang kangen dan sayang. Kereta ekonomi ini susunannya 3-2 (ABC-DE bukan AB-CDE seperti yang ada di web KAI) duduknya berhadapan jadi ada yang nanti membelakangi arah perjalanan kereta alias berjalan mundur. Sayangnya, Raisa udah balikan sama Keenan bagian mana yang searah dan mana yang mundur nggak bisa kita tentukan. Bergantung pada keberuntungan, iman, dan amal ibadah masing-masing. Oh iya, kereta ekonomi sekarang ini sudah dilengkapi dengan AC meskipun masih menggunakan AC ruangan atau AC Split. Contohnya : KA Progo, KA Gaya Baru Malam, KA Matarmaja.

Interior KA Ekonomi. Klik gambar itu menuju ke sumber

Nah, beberapa tahun terakhir, mulai tahun 2012 seingatku, PT KAI ini meluncurkan satu kelas kereta. Mereka menuliskannya kelas ekonomi padahal dari harga dan kualitas jelas berbeda dengan kereta ekonomi yang sebelumnya. Perbedaannya terletak pada jumlah kursi yang hanya 80, susunannya yang 2-2 (AB-CD), dan menggunakan AC Sentral, meskipun sama-sama memiliki sandaran kursi yang tegak, saling berhadapan, dan sudah disediakan colokan listrik. Kami menyebutnya K3 Biru alias Kereta Ekonomi Biru, alias Kereta Ekonomi non PSO. Mengapa? Karena desain eksteriornya berwarna biru (atau putih untuk yang keluaran terbaru) sementara kereta ekonomi desain eksteriornya berwarna dominan oranye. Contohnya : KA Bogowonto, KA Gajahwong, KA Krakatau, dan yang terbaru KA Jayabaya.

Interior KA Ekonomi Biru. Klik gambar untuk menuju ke sumber

Meski sama-sama disebut ekonomi oleh PT KAI, namun kereta ekonomi biru ini lebih mahal karena tidak disokong dana subsidi PSO. Padahal bagaimana image dalam masyarakat kereta ekonomi itu murah masih melekat. Mungkin sebaiknya PT KAI mempertimbangkan nama lain untuk kereta jenis ini.

Lalu bedanya AC Sentral dan AC split itu apa? Kalau AC split itu AC ruangan yang dipasangkan di langit-langit kereta. Pendapat pribadi sih kereta ekonomi yang kayak gini itu kalau siang panas tapi kalau malam dingin. Bedanya, AC sentral adalah AC yang sudah terpasang pada kereta secara utuh. Berdasarkan pengalaman, kereta jenis ini nyaman sepanjang perjalanan. Kalau siang rasanya sejuk, tapi kalau malam nggak begitu dingin. Pas di hati dan badan lah pokoknya, sayangnya nggak nyaman di dompet.

*Update

Kereta Ekonomi Premium

Sekilas namanya memang ekonomi, tapi untuk kereta keluaran 2017 ini levelnya sudah beda dari kereta ekonomi sebelumnya. Menggunakan model yang mirip dengan kereta ekonomi biru, kereta ekonomi premium ini juga pakai sistem 2-2. Kursinya AB-CD. Sebenernya, sebelum kereta ekonomi premium ini diluncurkan, KAI juga membuat beberapa rangkaian kereta ekonomi yang baru dan dikeluarkan tahun 2016. Tapi menurut sebagian besar penumpang, katanya itu kereta gagal. Padahal menurutku sih nggak ada masalah. Kereta premium 2017 maupun 2016 modelnya mirip, separuh kursi menghadap searah perjalanan, separuh lagi mundur. Tapi bedanya, kalau kereta premium 2017 sandaran kursinya nggak lagi tegak lurus, agak miring beberapa derajat. Lumayan. Plus, nggak ada lagi batang besi yang bikin ruang jadi sempit. Berikut penampakannya, diambil dari krde.web.id. Kalau aku sendiri sih belum pernah naik yang premium.

Meski begitu, jangan tanya ya yang searah yang nomor berapa. He he he.

Kereta Wisata (KAWIS)

Kalau yang ini adalah level tertinggi kereta #halah. Kualitasnya jauh berbeda dari jenis kereta yang sudah aku sebutkan di atas. Setiap kereta bahkan punya nama sendiri, ada Bali, Jawa, Toraja, Nusantara, Imperial, dan Priority. Setiap kereta fasilitasnya juga beda-beda, ada yang jumlah tempat duduknya cuma 22 orang. Ada mini bar, bisa karaoke, bisa tidur juga. Kenapa disebut kereta level tertinggi, karena nggak sembarang orang bisa naik. Biasanya Kereta Wisata ini cuma disewa saja untuk rombongan. Tapi buat yang ingin mencoba, bisa naik kereta Taksaka Priority yang jalan tiap weekend. Tarifnya, langsung cek sendiri aja deh ke website KAI. Kalau mau pesan untuk rombongan, bisa langsung kontak ke indorailtour, salah satu anak perusahaan KAI.

Ruang Utama Priority
Iklan

65 tanggapan untuk “[info] Perbedaan Kereta di Indonesia -updated

      1. Berarti hebat Lan, langsung mlebu diam-diam dan senyap tanpa merepotkan orang lain harus melihat notifikasi 😀

        Suka

  1. Saya baru tahu kalau kereta ekonomi PSO dan non-PSO itu ada bedanya :hehe. Awalnya saya kira semua kereta ekonomi itu dalamnya sama dengan yang non-PSO, Mas :hehe. Terima kasih informasinya!

    Paling nyaman memang kereta eksekutif :hihi…

    Suka

      1. Ummmm…..Kak bisa gak kasih tau aku kecepatannya,trus soal kereta api aja …aku bingung nyarinya (jawab sekarang karena aku banyak banget PR nyaaaa)

        Suka

      2. waduh, gimana ya ini jawabnya. kalo kecepatan kereta api sih beda beda ya. rata rata sih 40-60 km/kam kayaknya.
        terus ini maksudnya aku disuruh nyari soal tentang kereta api? googling aja 😀

        Suka

  2. wah ahline sepur yow mas? asyik ya sekarang kereta jaman sekarang, dirut-nya aja akhirnya jadi menteri loh #eh haha

    saya sudah merasakan naik pas ke Cirebon, nyaman kok even yang ekonomi non PSO sih sepertinya ACnya semeriwing mas hehehe.. ditunggu postingan berikutnya ya mas 🙂

    Suka

  3. aku naik kereta hampir tiap tahun sejak aku kecil. dan hihihihi, aku baru pertama kali nyoba naik kereta ekonomi itu tahun lalu PSE-YK kalau nggak salah. (eh, mungkin pas balita aku naik ekonomi kalau pulang ke Jawa Timur, tapi sepanjang yang bisa kuingat, minimal naik bisnis)

    pas kuliah dan lulus kuliah… rrr… soalnya aku naik KRL ekonomi itu tiap hari mana desek2an keringetan. jadi kalo keluar kota naik ekonomi lagi rada malez. hehe.

    i love train, as always!
    http://tindaktandukarsitek.com/category/trainspotter/

    Suka

    1. normalnya, kalo pesen awalnya emang random gak peduli ekonomi, bisnis, atau eksekutif. tapi nanti kalo pesen di web KAI-nya bisa pilih tempat duduk kok.
      kalo bisnis, urutan kursinya AB-CD, jadi kursi A dan D ada di pinggir jendela, cocok buat yg suka ngelihat jendela tapi agar ribet kalo mau keluar-keluar gitu. 😀
      hindari kursi nomer 16AB dan 2CD risiko soalnya, coba buka link ini 🙂

      Suka

  4. Kemarin sempet pesen tiket Kereta Majapahit untuk ortu dari Jakarta ke Solo (Jebres). Tiket lebih mahal dari senja utama yang bisnis, jadi kirain ini kereta bisnis jg (nggak merhatiin ada tulisan ‘eko’nya). Tadinya cuma milih yang penting turun di Jebres pagi2 biar sambung naik bis ke Wonogiri lebih gampang. Eh setelah dicek, laah kok ekonomi ya. Lah kok tempat duduknya hadap2an ya? Lah kok harganya hampir sama dengan Argo Lawu (yg murah)?

    Lebih galau lagi karena ternyata harus ikutan pulang dalam kondisi lagi hamil muda yang lagi banyak mual. Mau ikutan beli tiket Majapahit udah sebel duluan. Biasanya naik Senja Utama yang nggak perlu hadap2an dengan banyak orang. Ini Majapahit tiket lebih mahal dari kelas bisnis tapi hadap2an dan duduk di sebelah lorong. Yaaah… kan galau…

    Harusnya di-rename tuh namanya. ekonomi kok mahal.. huhuhu

    *numpang curcol*

    Suka

  5. Gan mau tanya, kalo kereta bisnis fajar utama apakah bangkunya bisa di setting jd berhadapan? Makasi gan, mohon jawbannya hehe 🙂

    Suka

    1. searah gimana maksudnya, kak?
      gajahwong dan bogowonto itu beda kereta tapi rutenya sama kak. jakarta pasar senen – lempuyangan (yogyakarta).
      kalo gajahwong pagi dari senen, malem dari lempuyangan.
      kalo bogowonto malam dari senen, pagi dari lempuyangan. 🙂

      Suka

  6. mau nanya kalo bedanya kereta ekonomi krakatau sama kereta ekonomi majapahit apa ya? lebih nyamanan yang mana gitu maksudnya? terimakasih

    Suka

  7. Antara KA bengawan dan KA Gaya malam baru selatan sama2 jurusan Ps Senen- Purwosari, lebih nyyaman yang mana yya? mohon infonya. terimakasih:-)

    Suka

  8. kayanya kalo kereta ekonomi bangkunya itu memang tegak lurus kaya gitu semua ya? dulu pernah naik Bogowonto. Insyaallah bln depan mau ke Malang, tp tinggal kelas ekonomi Matarmaja dan Majapahit. Beda harga tapi bangkunya kok mirip hihi

    Suka

Kalau menurut kamu gimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s