Piknik Tipis ke Ketep Pass

Banyak sekali alasan masing-masing pejalan untuk melakukan perjalanan, ada yang untuk mencari jati diri, mencari makna kehidupan, sekedar melepas penat setelah bekerja, mengikuti trend kekinian ala anak gaul, atau karena kabur dari sesuatu. Semua itu tidak ada yang benar atau salah karena menyangkut diri pribadi masing-masing, tak bisa dipaksakan.

Kabur? Memang ada masalah apa kok sampai kabur? Kali ini alasannya cukup jelas. Aku kabur karena PLN Jogja sudah memberi informasi sejak sehari sebelumnya bahwa listrik di daerah kosku akan dipadamkan terkait dengan kegiatan penggantian kabel. Daripada mati gaya di kost, akhirnya aku sepakat untuk ikut dengan salah seorang temanku, jalan-jalan ke Ketep Pass.

“Besok mau berangkat jam berapa, Nggra?” Tanyaku malam itu memastikan jam berangkat.

“Jam setengah 6 yo.” Tegas Anggra.

Aku sedikit terkejut dengan jawaban Anggra. Jam setengah 6 pagi? Padahal “cuma” ke Ketep Pass lho, nggak jauh dari Jogja aja berangkat jam setengah 6 pagi. Mau ngapain emangnya. Sedikit terjadi pergolakan batin, apakah aku akan tetap ikut ke Ketep Pass dengan konsekuensi harus bangun pagi di hari Minggu atau tetap di kos dengan konsekuensi mati gaya selama 6 jam. Tanpa pikir panjang aku jelas memilih pilihan pertama, toh, aku juga belum pernah ke Ketep Pass.

Yo wes. Aku ikut.” Aku menjawab dengan tegas.

Ketep Pass 8
Tim Radioterapi R.S. Sardjito

Malamnya aku tidur cepat agar bisa bangun lebih awal dan menghindari tidur setelah subuh. Setelah sholat Subuh, aku membuka internet, mencari petunjuk arah ke Ketep Pass karena aku tahu rombongan kami nanti belum pernah ada yang ke Ketep Pass. Sekaligus mencari informasi ada apa saja sih di Ketep Pass. Total yang berangkat hari itu ada 5 orang, Aku, Anggra, Firman, Puput, dan Izza.

Pintu Rejeki itu harus Dikejar

Motorku melaju dengan kecepatan 60-80 km/jam melintasi ruas Jalan Magelang-Yogyakarta yang lebar dan mulus. Kemudian, aku pun membelokkan motor sesuai dengan rambu penunjuk arah menuju Ketep Pass. Jalanan yang semula lebar dengan 4 lajur sekarang menjadi sempit dengan 2 lajur saja.

Tak lama kemudian aku merasakan ada keanehan pada motorku, motorku rasanya goyang di bagian depan. Aku memelankan kecepatan sekaligus mengecek kondisi. Apa yang aku khawatirkan sejak awal terjadi, ban depan bocor. Sambil terus mengendarai motor tapi dengan kecepatan yang sangat pelan, aku menoleh ke kanan dan kiri mencari tukang tambal ban yang sudah buka pagi itu.

Tempat tambal ban masih tutup pagi itu. Aku berhenti di salah satu tempat tambal ban yang masih tutup dan bertanya kepada seorang ibu yang sedang menyapu halaman apakah ada tempat tambal ban lain. Ibu itu menjawab kalau tempat tambal ban berikutnya ada di atas, jauh. Aku memutuskan untuk berhenti dan membangunkan bapak tukang tambal ban yang masih tidur sesuai saran ibu tersebut.

Ketep Pass 2
Merbabu di balik atap

Bukan perkara mudah membangunkan bapak tukang tambal ban tersebut. Butuh waktu hampir 30 menit hingga bapak itu bangun, itu juga dengan bantuan keluarganya yang menggedor pintu dengan keras.

Selesai mandi, bapak tersebut segera menyiapkan semua peralatan. Tak lupa, memutar musik untuk meramaikan suasana.

Pengorbanan bapak itu untuk bangun pagi di hari Minggu demi menjemput rejeki memang tidak sia-sia. Setelah pintu dibuka, langsung datang beberapa pelanggan. Total pagi itu ada 3 motor yang bocor, ada yang beli bensin eceran, hingga beli busi motor. Ya karena rejeki itu memang harus dijemput.

Piknik Tipis di Ketep Pass

Setelah lagu demi lagu, mulai dari lagu terbaru hingga lagu-lagu lama diputar, selesai juga proses tambal ban. Aku melanjutkan perjalanan menuju ke Ketep Pass sendirian, Anggra dan yang lain telah lebih dahulu meninggalkanku.

“Ini kalau ke Ketep Pass tinggal lurus saja kan, Pak?” Tanyaku kepada bapak tukang tambal ban tersebut.

“Iya, Mas. Lurus saja. Nanti ada plangnya kok.” Mendengar jawaban beliau seperti itu, aku dengan percaya diri melanjutkan perjalanan. Jalanan menanjak mulai mendominasi. Cuaca cukup cerah saat itu. Sayangnya, jalanan mulus itu tak bertahan lama. Jalanan mulai rusak dan berlubang. Bahkan di daerah yang aku lupa namanya, pengendara harus bergantian dengan pengendara lain dari arah berlawan menggunakan jalan karena jalanan rusak parah. Semoga pemerintah terkait segera menindak lanjuti dan memperbaiki jalanan menuju salah satu tempat wisata andalan Jawa Tengah ini.

Tiba di Ketep Pass, kami membayar tiket masuk seharga Rp 7.500 dan parkir Rp 2.000 untuk motor. Cukup murah. Pengunjung dapat menyewa teropong untuk melihat gunung Merapi dan Merbabu. Cuaca memang cerah, tapi gunung-gunung tertutup awan. Hanya Merapi dan Merbabu saja yang dapat terlihat dengan cukup jelas meski awan menyelimuti. Jika sedang bagus Gunung Andong dan Gunung Telomoyo pun bisa dilihat.

Ada juga Volcano Centre dan Volcano Theatre. Namun kami tak sempat masuk ke dalam karena ada rombongan. Terlalu ramai menurut kami.

Cuaca cerah tiba-tiba berubah. Awan mendung mulai menyelimuti. Gunung Merapi dan Merbabu pun juga menghilang tertutup awan. Pertanda harus menyudahi kunjungan di Ketep Pass. Yang penting sudah bisa piknik, meski hanya tipis-tipis.

Rute menuju Ketep Pass dari Yogyakarta :

Dari Yogyakarta menuju Jalan Magelang hingga Muntilan. Abaikan pertigaan ke arah Borobudur dan tetap lurus menuju ke Magelang. Memasuki daerah Blabak, perhatikan rambu penunjuk arah dan belok kanan di pertigaan. Lurus terus ikuti rambu. Petunjuk cukup jelas.

Silakan tanya penduduk sekitar jika mengalami kebingungan.

Iklan

28 tanggapan untuk “Piknik Tipis ke Ketep Pass

  1. Wah keren ya kabel listriknya sekarang diganti jadi kabel tanah. Mudah-mudahan kalau ada arak-arakan gunungan jadi tidak repot lagi terhalang dengan kabel listrik karena semua sudah di bawah tanah :)).
    Gunungnya keren, model-modelnya juga :hehe. Saya tahu ruas jalan yang ada pertigaan Borobudur itu, berarti ini lurus terus ya, sip deh. Terima kasih buat informasinya, mudah-mudahan bisa singgah :)).

    Disukai oleh 1 orang

  2. Gak kebayang gimana dinginnya itu pagi pagi ke ketep. Brrrrrr.
    Tapi ya gak ada apa apa nya sih kalo ud biasa sama sikap dia yg dingin
    Yaampun galz kamu hampir lulus baru kali ini ke ketep????!!!!!!

    Suka

  3. Sepisan tok lewat Ketep menuju Borobudur pake sepeda motor. Bar kui kapok karena jalan e horor, bolong e akeh ditambah beberapa ruas menyempit. Tapi hikmahe malah nyampe NEW SELO pass. View ne bagus di sana, Lan. Suk baleni lagi pas ora musim hujan, dijamin geleng-geleng lihat Gunung Merapi segitu deketnya πŸ™‚

    Disukai oleh 1 orang

Kalau menurut kamu gimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s