Ngabuburit Gudeg Yu Sum

“Berbukalah dengan yang manis”

Begitulah slogan pada iklan salah satu produk minuman. Intinya jelas untuk mengutamakan berbuka puasa dengan makanan atau minuman yang manis.

plang

Plang Gudeg Yu Sum

Sore itu, kami berlima, Aku, Mas Iqbal Kautsar, Mbak Aqied, dan duo Insanwisata; Reza dan Hannif berencana untuk berkumpul. Tidak dalam sebuah hal yang resmi hanya bercerita tentang kehidupan. Ditambah Mas Iqbal yang baru saja pulang dari Nusa Tenggara Timur berjanji untuk membagikan keseruan-keseruan selama menjelajah bumi Flores.

Tampak depan gudeg yu sum

Tampak Depan Gudeg Yu Sum Pic via Iqbal Kautsar

Kami berjanji untuk langsung ke Gudeg Yu Sum, berkumpul di sana sekitar pukul 16.30 WIB. Tidak terlalu panas tapi juga belum terlalu sore untuk bercengkrama sembari menunggu adzan maghrib berkumandang.

Karena searah dan dekat, aku dan Reza berniat untuk berangkat bareng.

“Ketemu jam 15.30 ya mas, di deket DTS.” Pesan singkat dari Reza yang kusetujui.

Sayangnya, seperti kebiasaan yang buruk orang bergolongan darah AB, iya aku bergolongan darah AB, yang selalu ngantuk di setiap saat, aku ketiduran dan baru bangun jam 15.30. Sesegera mungkin aku menuju kamar mandi. Beruntung, Reza juga belum berada di tempat.

Waktu menunjukkan jam 16.00, aku bergegas menuju ke lokasi kami bertemu. Di tengah perjalanan ponselku bergetar. Sebuah pesan masuk sepertinya.

“Hmm.. Dari si Reza nih pasti,” dalam hati aku sembari mengendarai motor.

Sampai di tempat, Reza sudah menunggu dengan motor Honda Beat berwarna hitamnya. Dia tersenyum. Tapi aku tahu bahwa makna senyumannya itu menyeramkan. Lebih mengerikan dari pacar mengirimkan pesan singkat berupa emoji “:)”.

wedang uwuh

Wedang Uwuh

Kami melajukan motor masing-masing melintasi jalanan sore Jogja yang cukup padat kali itu. Melintasi ring road yang penuh kendaraan besar. Beberapa bus Jawa Timuran melintas. Ahh. Aku jadi pengen pulang.

Mas Iqbal dan Mbak Aqied pun menyusul aku, Reza, dan Hannif yang telah sampai di gudeg Yu Sum yang tak jauh dari Terminal Giwangan.

nasi gudeg komplit

Komplit

“Lokasinya strategis nih,” batinku.

“Jalanan Jogja macet banget ya?” begitu timpal Mas Iqbal begitu sampai dan duduk. Pelayan sudah menghampiri kami, tapi kami mengatakan untuk memesan nanti menjelang maghrib saja.

Mas Iqbal mulai bercerita tentang pengalamannya berkelana di Bumi Flores. Bagaimana Mas Iqbal kemudian bisa menikmati keindahan matahari terbit di Danau Kelimutu. Lalu menapaki Desa Wae Rebo yang menurut Mas Iqbal sekarang sudah semakin ramai.

“Nanti di Wae Rebo sudah ada tempat menginap sendiri, tempatnya ya di salah satu bangunan yang berbentuk kerucut itu,” begitu cerita Mas Iqbal kepada kami.

Dia juga memamerkan foto-foto yang diambillnya ketika berkelana di Nusa Tenggara Timur. Tak perlu diragukan lagi, hasil foto-fotonya luar biasa. Di samping tempatnya yang memang sudah bagus, kemampuan Mas Iqbal berfotografi dan mengolah hasil foto memang juga luar biasa.

“Aku masih ada kopi Flores, tapi sayang tinggal dikit jadi nggak aku bagi ke kalian,” ucap Mas Iqbal ketika kami bertanya tentang oleh-oleh. Bagiku, cerita tentang keindahan Wae Rebo dan Kelimutu tadi sudah merupakan oleh-oleh yang luar biasa. Semoga suatu saat nanti diberikan kesempatan untuk mengunjungi keduanya.

“Eh, kita main ke dapur Gudeg Yu Sum yuk.” Ajak Hannif tiba-tiba yang disambut dengan antusias oleh kami.

Dapur Gudeg Yu Sum letaknya tak jauh dari restoran, bentuknya pun masih tradisional. Masih menggunakan tungku dan bukan kompor gas modern. Hal ini tentu demi menjaga cita rasa yang sudah ada sejak awal Gudeg Yu Sum berdiri, tahun 1974.

Hanya dua tempat makan gudeg yang pernah aku masuki bagian dapurnya. Pertama adalah Gudeg Pawon, yang memang kita harus memasuki dapur untuk mengambil makannya. Kedua, adalah Gudeg Yu Sum ini. Pengalaman yang sangat menarik tentunya.

Adzan Maghrib berkumandang, waktunya berbuka puasa. Nasi gudeg dihidangkan.

Seperti biasanya, rasa nasi gudeg pasti manis. Namun tak seperti gudeg di tempat lain, nasi gudeg Yu Sum tak terlalu manis. Manisnya pas kayak kamu. Hal ini kelebihan nasi gudeg Yu Sum, karena tak semua orang suka masakan yang manis, termasuk aku yang memiliki lidah orang Jawa Timur.

nasi gudeg ayam

Nasi Gudeg Ayam

nasi gudeg

Nasi Gudeg Ayam Komplit

anteng kalo lagi makan

Kami khusyuk saat makan pic via Insanwisata

Hal lain yang khas dari gudeg adalah Krecek. Di sini kreceknya banyak. Pedasnya juga pas.

Saatnya berbuka puasa. Berbukalah dengan yang manis. Seperti slogan di iklan salah satu produk minuman. Makanan atau minuman yang manis memang mampu menambah energi tubuh. Seperti kamu yang manisnya mampu menjadi tambahan energi untukku.

Keluarga travel blogger Jogja

Keluarga Travel Blogger Jogja Pic via Iqbal Kautsar

Gudeg Yu Sum

Alamat : Jalan Imogiri Timur no.165 Giwangan, Yogyakarta

Rute : Dari ringroad timur lurus sampai ketemu persimpangan terminal Giwangan, belok ke arah Imogiri, Gudeg Yu Sum berada di seberang Brimob Gondowulung

Jam Buka : 06.00 – 21.00 Waktu Indonesia Bagian Yogyakarta

Telp : 085100547666

Iklan

28 thoughts on “Ngabuburit Gudeg Yu Sum

  1. Cuma ada 2 warung gudeg yang pernah kamu masukin dapurnya mas gal?
    Lahh kalau yang kamu masukin hatinya udah berapa? terus menetap apa cuma pingin silaturahmi trs udah? wkwk.
    Kreceknya bikin pingin denger adzan maghrib

    Suka

  2. Wah gudeg emang makanan favorite lah pokoknya apalagi yang pedes-pedes haha

    Salam kenal brow! blogwalking ke blog gue yee

    Suka

Kalau menurut kamu gimana?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s