Hotel Trip New Saphir Yogyakarta

1 Desember 2016

Waktu menunjukkan pukul 10 pagi waktu Yogyakarta. Cuaca pagi yang cukup cerah tiba-tiba mulai berubah sedikit kelabu. Mendung menyerang, pertanda hujan akan segera tiba. Aku segera bergegas meninggalkan kost, menyusuri jalanan, menuju Jalan Laksda Adisucipto.

via booking.com
via booking.com

Rute perjalanan berubah karena ada uji coba pengalihan arus lalu lintas di Bundaran UGM. Aku memutar melalui Jalan C. Simanjuntak, melewati Jalan Suroto, berbelok menuju kampus UKDW, melewati Balai Yasa Yogyakarta; bengkel kereta api terbesar di Indonesia, hingga tembus di Jalan Laksda Adisucipto. Putar arah di depan Gedung Wanitatama dan berbelok, berhenti pada salah satu hotel, Hotel New Saphir Yogyakarta.

Dalam tajuk “Meet Up Converence Event with Media Gathering”, kami, beberapa blogger yang berdomisili di Yogyakarta dan sekitarnya diundang untuk menghadiri acara tersebut. Aku sendiri sudah beberapa kali memasuki hotel ini namun sebatas mengantarkan atau menemui tamu yang kebetulan sedang menghadiri acara di sini. Sebatas lobby hotel. Itu saja.

dscn0844

Hotel New Saphir sudah dibangun sejak 25 tahun yang lalu, sempat mengalami perubahan nama dari Hotel Saphir menjadi New Saphir di tahun 2012 seiring dengan perubahan kepemilikan. Tak cuma nama, tapi desain interior juga sedikit banyak mengalami perubahan. Terlihat dari lantai satu yang masih mengalami renovasi hingga sekarang.

“Kami masih merenovasi bagian lantai satu. Sementara lantai 2,3, dan 5 sudah rampung,” begitu tutur Bu Ismi selaku Financial Controller hotel.

Beliau pula yang menyampaikan bahwa hotel New Saphir tak hanya memberikan fasilitas untuk menginap, tapi juga dapat digunakan untuk keperluan rapat, seminar, hingga acara pernikahan. (Masukkan kata kunci “MICE HOTEL” pada mesin pencari google untuk keperluan informasi lebih lanjut).

.

Dimulai sejak pukul 11.00 dan berakhir pada pukul 14.30, acara diawali oleh alunan lagu-lagu yang dibawakan secara akustik dan diakhiri dengan pemberian hadiah kepada pemenang livepost di akun Instagram masing-masing. Sayang, aku tidak ikut.

Di tengah-tengah acara diperkenalkan pula jajaran HoD hotel yang bekerja bersama-sama memajukan hotel New Saphir. Tak mengejutkan memang jika pemangku jabatan hotel New Saphir masih cukup muda.

Selepas salat dhuhur, waktu bagi kami untuk melakukan hotel trip didampingi oleh seorang pemandu. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dengan jumlah sekitar enam hingga tujuh orang tiap kelompok dan didampingi oleh satu orang pemandu. Total ada sekitar enam kelompok. Pemandu diperkenalkan. Ada seorang pemandu yang kemudian menarik perhatian. Masih muda, tentu saja. Paling cantik, iya menurutku. Beruntung Mbak Lia, begitu aku tahu nama pemandu kami setelah berkenalan, yang menarik perhatianku, kemudian diberi tugas untuk memandu kelompok yang terdiri dari: Aku, Mak Indah, Mbak Aqied, Mbak Atanasia Rian, Hannif, Reza, dan Mas Deni. Semoga aku tidak baper.

Kolam Renang Hotel New Saphir
Kolam Renang

Hotel trip merupakan sesuatu yang unik bagiku. Aku lebih mengenal study tour yang pernah kujalani ketika aku masih SD dan SMP ketimbang Hotel trip. Aku juga lebih sering berkeliling museum daripada menyusuri lorong-lorong kamar hotel. Menyusuri hotel mewah berbintang empat seperti New Saphir akan menjadi pengalaman lain. Melihat konstruksi dan desain bangunan yang tentunya akan jauh berbeda dengan kamar kosku.

Kami diperkenalkan ke Promenade Restaurant, tempat para pengunjung menghabiskan waktu bersantap mengisi perut. Berlanjut menuju Mirah Lounge yang buka mulai jam 10 pagi. Di Mirah Lounge ini pula setiap malam alunan musik akustik diperdengarkan secara langsung. Sebagai pelengkap, kami tak lupa memotret diri kami di beberapa sudut. Senyum Mbak Lia? Ahh terasa sangat manis seperti madu.

Keseruan Kami (pic via kulinerwisata)
Keseruan Kami (pic via kulinerwisata)

Beruntung Mbak Lia adalah orang yang ramah. Tak sungkan pemandu kami yang manis ini ikut berfoto bersama, menampilkan senyum manisnya. Ah, aku semakin takut terhanyut oleh senyum pemanduku ini.

Hotel New Saphir telah berdiri sejak 1987, memiliki total 206 kamar dengan berbagai tipe dan harga. Superior hingga bahkan tipe Royal Suite tersedia di hotel yang terletak tak jauh dari Malioboro ini. Lokasi yang strategis, tidak berada di pusat keramaian seperti Malioboro tapi juga sangat dekat dengan bandara.

fscn0882

Hotel Saphir pun menyediakan total 14 ruang pertemuan. Mulai dari ruang pertemuan untuk lima orang saja hingga sebuah ballroom luas yang cukup untuk menampung 800 orang. Ballroom ini sering digunakan pula untuk acara pernikahan, misalnya.

Pemandu mengajak kami untuk melihat beberapa kamar yang tersedia. Dari tipe Superior hingga tipe Royal Suite yang luasnya mencapai 106 meter persegi dengan fasilitas super lengkap (bahkan terdapat brangkas kecil untuk menyimpan barang berharga, tidak untuk kenangan meski itu juga berharga).

via kulinerwisata
Salah Satu Fasilitas Royal Suite Hotel New Saphir (via kulinerwisata)
Kasur Royal Suite
Kasur Royal Suite

Kami masih mengikuti Mbak Lia, turun dari lantai lima menuju tempat semula. Waktunya makan siang. Mbak Lia masih menemani dan makan bersama kami. Kapan lagi makan siang ditemani oleh bidadari semacam Mbak Lia. Ini adalah kesempatan langka!

Menu yang dihidangkan lebih menonjolkan masakan Indonesia. Lengkap mulai dari makanan pembuka, utama, hingga penutup. Dihidangkan pula beberapa jajanan pasar yang kini sudah mulai langka seiring berkurangnya pasar tradisional dan digantikan oleh supermarket hingga mall yang kian menjamur.

“Di sini, setiap sarapan selalu menyediakan soto. Meskipun soto yang berbeda di setiap harinya.” Tutur Bu Ismi yang kembali menemani kami. Ingin aku bertanya, apakah Soto Lamongan juga termasuk yang dihidangkan tapi aku lebih fokus untuk menghabiskan nasi gudeg di piringku.

Keterbatasan waktu membuat kami tak sempat mengunjungi beberapa fasilitas lain seperti kolam renang yang biru atau pusat kebugaran. Waktu pula yang memaksa aku berpisah dengan Mbak Lia.

Memang terkadang ada orang-orang yang datang lalu pergi begitu saja tanpa sempat untuk tinggal.

Iklan

Satu tanggapan untuk “Hotel Trip New Saphir Yogyakarta

Komentar ditutup.